BRMP Sulbar Dampingi Staf Khusus Mentan Percepat Kesiapan Benih Kakao
MEJENE– Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Barat yang diwakili oleh Muhtar, S.P., M.Si. bersama Liaison Officer (LO) Penyuluh Kabupaten Majene, Alexham, S.P., mendampingi Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Peningkatan Produksi, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, S.P., M.Si., Ph.D. dalam kegiatan verifikasi kesiapan penyedia benih kakao di Kabupaten Majene. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pelaksanaan program pengembangan kakao sekaligus memperkuat hilirisasi perkebunan di Sulawesi Barat.
Verifikasi dilaksanakan pada dua lokasi pembibitan di Kecamatan Sendana, yakni CV. Mario Mandiri Perkasa di Desa Tallubanua dan CV. Arafah Abadi di Desa Lalattedong. Kedua penyedia tersebut masing-masing telah menyiapkan 100.000 bibit kakao dengan cadangan (buffer stock) bibit kakao sebesar 17% disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bibit yang rusak, mati, atau tidak tumbuh optimal setelah penanaman dan penyambungan yang diproyeksikan untuk mendukung program pengembangan perkebunan kakao di Sulawesi Barat.
Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan penyedia benih dari aspek teknis, mutu, kapasitas produksi, serta kelengkapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Verifikasi menjadi tahapan penting untuk menjamin bahwa benih yang akan disalurkan kepada petani memenuhi standar kualitas sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman dan mendukung pembangunan perkebunan kakao yang berkelanjutan.
Dalam arahannya, Prof. Muhammad Arsyad menekankan pentingnya percepatan seluruh tahapan pelaksanaan program. Beliau menyampaikan bahwa pengusulan Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) harus segera dirampungkan, sehingga proses penetapan penerima bantuan dapat dilakukan tepat waktu. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa bibit kakao yang akan disalurkan wajib memenuhi persyaratan sertifikasi benih sebagai jaminan mutu dan legalitas.
Lebih lanjut, Prof. Muhammad Arsyad menegaskan bahwa proses penyaluran perlu dipercepat setelah seluruh persyaratan terpenuhi agar bibit tidak terlalu lama berada di lokasi pembibitan. Penyaluran yang tepat waktu diharapkan dapat menjaga mutu dan vigor bibit, meningkatkan tingkat keberhasilan tanam, serta mengoptimalkan hasil yang akan diterima oleh petani.
Dalam kegiatan tersebut, BRMP Sulbar bersama LO Penyuluh Kabupaten Majene turut melakukan pendampingan teknis dan koordinasi dengan penyedia benih untuk memastikan kesiapan produksi sesuai target program. Pendampingan ini merupakan bentuk komitmen BRMP Sulbar dalam mengawal pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian agar berlangsung efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, BRMP Sulawesi Barat, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan penyedia benih, diharapkan program pengembangan kakao di Sulawesi Barat dapat berjalan sesuai target. Ketersediaan benih unggul yang bersertifikat, didukung penyaluran yang tepat waktu dan pendampingan yang berkelanjutan, akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat hilirisasi perkebunan kakao, meningkatkan daya saing komoditas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani di Sulawesi Barat.(M)